Perjalanan
Ku
Kenalkan sobat… Nama saya Amriadi Bin Abdullah….. Sebenarnya sih Bin Abdullah itw tdk ada dlm Ijasah atau pun identitas saya yang lain. Hanya saja saya mulai tertarik menggunakan Bin Abdullah stelah ayah meninggal. Waktu itw saya sangat terpukul dengan kepergian ayah yang beithu tiba2 dan dgn cara yang begithu sadis dalam kecelakaan di perbatasan Indonesia dgn Malaysia. Mulai saat itw saya menambahkan nama Bin Abdullah di blakang nama saya di social network. Mungkin itw slh satu cara yang dapat saya lakukan untuk menunjukkan rasa kebanggaan memiliki ayah seperti beliau.
Umur saya saat ini 19 thn. Saya kuliah di Perguruan Tinggi
Negeri di Makassar (UNM). Saya lulus dan di terima pada pilihan kedua saya.
Saat itw saya mendaftarkan diri pada Seleksi SNMPTN dan memilih ujian di bidang
IPS dan disediakan dua pilihan jurusan ataupun universitas. Dan waktu itw saya
memilih jurusan akuntansi di UNHAS pilihan pertama dan pilihan kedua di UNM
jurusan Pendidikan ekonomi. Tentunya harapan saya waktu itw lulus pada pilihan
pertama yaitu akuntansi. Krn saat SMA saya memang dari jurusan IPS dan sangat
gemar belajar akuntansi dan guru ekonomi saya pun sangat mendukung pilihan saya
itw. Saat pengumuman, saya sangat bangga ketika melihat nama saya di Koran yang
lulus di UNHAS. Dan saya mulai kecewa lg saat melihat bkn nomor peserta ujian
saya yg tertera. Dan dlm hr yg sm saya di hubungi oleh teman saya bahwa saya
lulus di UNM dgn nomor pesrta ujian yg sm dgn yg saya miliki. Dan waktu itw
sebernarnya saya sangat kecewa. Namun, saya mulai berusaha menerimanya. Pikiran
saya waktu itw membenarkan jurusan yg saya lulusi bahwa walaupun saya tdk lulus di jurusan
Akuntansi sy msh bs belajar akuntansi di jurusan pendidikan ekonomi. Dan sy jg
berpikir bahwa saya jg akan menjd guru dan akan menjd pahlawan dalam
mencerdaskan bangsa Indonesia suatu saat nanti. Jadi sy menganggap jurusan ini
akan mengantarkan sy untuk dapat beramal, berperan dlm pendidikan dan jg
mendapatkan kehidupan yang layak. Dan sampai skrng saya sdh mulai betah di
jurusan ini walaupun sblmnya sdh beberapa kali berencana pindah jurusan.
Saya pernah bersekolah di SMA Negeri 22 makassar. Sebenarnya saya bkn penduduk di daerah ini. Saya adalah pendatang dari daerah Kabupaten Pinrang. Dan saya dtng ke daerah ini sbenarnya bkn keinginan sendiri tapi ke inginan ayah saya. Dan waktu itu ibu saya memang sudah mengaku tdk mampu membiayai skolah saya hingga SMA. Jd Ia menelpon ayah saya di Malasysia. Dan ayah memberikan jln kluar dgn menyuruh Ibu mengirim saya dan kakak saya ke Makassar. Pada kluarga atau Kakak ayah yang katanya bersedia membiayai sklh kami. Tante saya itw jg kebtulan tdk punya anak dan sering meninggalkan rmh di Makassar untuk mengajar sbg guru PAI di SMA negeri 1 Segeri Kab. Pangkep. Dan kadang tdk kembali ke Makassar tuk beberapa hari. Jd, saya berdua tinggal di Makassar dgn suami tante. Saya berdua sbenarnya pernah jg Mendaftar dan lulus murni di SMAN tempat tante saya mengajar tp sy lbh memilih tinggal dan skolah di Makassar. Satu tahun berlalu dan saya sdh kelas 11 n saya pun mulai betah di Makassar hingga suatu hr saya bertemu dgn wanita idaman saya yang jg adek kls dan hingga saat ini blum pernah saya ungkapkan perasaan saya kepadanya dgn langsung. Tp, dengan gerak-gerik saya, saya yakin bahwa ia tau saya suka kpda dia.
Saya pernah bersekolah di SMA Negeri 22 makassar. Sebenarnya saya bkn penduduk di daerah ini. Saya adalah pendatang dari daerah Kabupaten Pinrang. Dan saya dtng ke daerah ini sbenarnya bkn keinginan sendiri tapi ke inginan ayah saya. Dan waktu itu ibu saya memang sudah mengaku tdk mampu membiayai skolah saya hingga SMA. Jd Ia menelpon ayah saya di Malasysia. Dan ayah memberikan jln kluar dgn menyuruh Ibu mengirim saya dan kakak saya ke Makassar. Pada kluarga atau Kakak ayah yang katanya bersedia membiayai sklh kami. Tante saya itw jg kebtulan tdk punya anak dan sering meninggalkan rmh di Makassar untuk mengajar sbg guru PAI di SMA negeri 1 Segeri Kab. Pangkep. Dan kadang tdk kembali ke Makassar tuk beberapa hari. Jd, saya berdua tinggal di Makassar dgn suami tante. Saya berdua sbenarnya pernah jg Mendaftar dan lulus murni di SMAN tempat tante saya mengajar tp sy lbh memilih tinggal dan skolah di Makassar. Satu tahun berlalu dan saya sdh kelas 11 n saya pun mulai betah di Makassar hingga suatu hr saya bertemu dgn wanita idaman saya yang jg adek kls dan hingga saat ini blum pernah saya ungkapkan perasaan saya kepadanya dgn langsung. Tp, dengan gerak-gerik saya, saya yakin bahwa ia tau saya suka kpda dia.
Dan lanjut cerita.... waktu itw saya sangat termotivasi untuk menjadi
yang terbaik di kelas mungkin itw berkat motivasi karena ingin Ayah dan Ibu tau
bahwa saya jg dpt berprestasi yg baik di kls dan jg krn motivasi dr wanita
idaman saya. Dan berkat motivasi yg saya dptkn. Pada smester 3 saya mendptkn
peringkat ke-2 di kls dan Semester 4 hingga akhir Alhamdulillah mendapatkan peringkat pertama.
Sbenarnya saya bkn org yg pintar2 amat cm krn kerajinan saya dlm belajar,
mengerjakn tugas, dan displin di sekolah saya bs mendapatkan peringkat pertama.
Dan Akhir cerita akademik saya di SMA, saya lulus dgn nilai yg lumayan tinggi
menurut saya di antara tmn2 yg lain. Dan saat perpisahaan, saya di beri
penghargaan dr kepala sekolah yang hanya ada dua org yang mendapat penghargaan
itw yaitu saya dari jurusan IPS dan teman saya yang dari jurusan IPA.
Penghargaan itw sangat membuat saya senang dan kedua org tua saya bangga dan
tentunya tante saya yg tlh menyekolahkan saya. Dan saya jg sangat bangga bisa
diberikan penghargaan d dpn wanita idaman saya……
Di Kabupaten Pinrang saya pernah bersekolah di SMP Negeri 4
Ptampanua dan SD Negeri 26 Pinrang. Saya mungkin adalah org yang beruntung bs
merasakan susahnya skolah. Dan sy pun merasa senang dan bersyukur bs melewati
smua kesulitan yang tuhan berikan. Saya akan bercerita mengapa saya bs satu
kelas dan bersamaan skolh dengan kakak saya yg lbh tua dua thn dan cerita
kesulitan hidup yg kurasakan . Waktu itw tahun 1999 seingat saya dan baru
sampai di Indonesia dengan kakak, Ibu, Om, dan Kakek stlh lbh 10 thn merantau
di malaysia. Beberapa bln memulai kehidupan br di Pinrang kakak sy di daftarkan di Skolah Dasar. Dan
saat itw kami memang sangat akrab dan
sulit dipisahkan. Jd, stlh kakak sy di terima dan stiap hr pun ia memulai
aktivitasnya untuk sklh. Dan stiap ia akan di antar saya slalu ikut dan sampai
di dpn kelas kakak saya msk dan saya jg ikut msk dan ibu sy slalu berusaha
mencegah saya msk di kls. Namun drpd membuat keributan yang akan mengganggu
siswa/I yg lain jd guru membiarkan saya msk dan Ibu pun meninggalkan kami di
sklh hingga dtng kembali saat jam pulang skolah. Hal itw berulang stiap kali
kakak saya di antar k sklh. Dan saat itw dgn kebaikan dr guru sklh tsb saya jg di
daftarkan sbg siswa di skolh itw. Dan hari2 kami lalui dgn berangkat berdua ke
sklh tanpa di antar lg. Dan stiap plng skolh biasaya ada kuis dari guru.
Peraturannya siapa yang bs menjwb kuisnya akan keluar lbh awal. Nah saat
giliran kakak saya menjawab ternyata jawabannya benar dan ia pun di persilhkan
untuk plng dan jk kakak saya sdh mengambil tasnya saya pun jg mengambil tas dan
ngebeng di blkngnya tuk plng. Sringkali memang di tahan tp tdk berhasil drpd
buat keributan mending di biarkan sj “mungkin itw yg di pikirkan guru saya”.
Dan stlh lbh dr satu tahun tinggal di Pinrang kami pun merasakan kondisi
ekonomi yang mulai sulit. Krn tdk ada sumber penghasilan lg yg lain dan asset
yg tertinggal sblm merantau pun sdh di rebut oleh org lain. Tp, dgn kehendak
tuhan… kami dapat melewati itw dgn sedikit demi sedikit menabung dan akhirnya
tabungan tsb dapat digunakan untuk memegang sawah org yang sangat membutuhkan
uang saat itw. Dan sawah itw pun di garap oleh Kakek kami. Dan dgn uang hsl dr
panen tsb di gunakan lg untuk menambah
uang investasi dan kami bs makan dan sekolah.
Sungguh susahnya waktu itw kami
di skolhkan oleh Ibu dgn kiriman ayah dr Malaysia yang begitu jarang kami
terima dan kedatangnnya pun tuk mengunjungi kami sangat jarang paling 2 thn
skali saat msh di SD. Dan bahkan di sklh pun kami hanya bs menahan lapar dan
menahan nafsu makan dan hanya melihat tmn2 yg lain makan. Untuk sj kami di
bekali dengan rasa malu. Kadang kami jg di berikan uang jajan saat ada uang.
Dan uang jajan itw kami belikan roti yang murah pada perjln ke sklh dan di jdkn
bekal saat istirahat tiba br kami bagi dua untuk mengisi perut kami. Dan kadang
kala kami bukannya membawah uang jajan tp membawah satu telur bebek jk ada dan
di jual di dkt sklh untuk uang jajan. Sungguh susah waktu itw. Dan kadang kala
kami biasa mengumpulkan plastik atau botol minuman di dekat rmh yang kebetulan
adalah tempat wisata air panas di Pinrang yg slalu ramai. Dan jika sdh
terkumpul maka kami akan menjualnya. Dan kadang kala jika turis asing berkunjung
berama tmn2 yang lain kami berkumpul dan di ajak bermain oleh mereka dan di
beri uang jika turis tersebut plng.
Dan berlanjut ke Sekolah Menengah Pertama (SMP). Waktu itw
saya dan kakak saya hampir tdk di sekolahkan krn kendala biaya. Namun, krn waktu
itw krmn ayah yang seingat saya br ke berapa kalinya dari berapa thn di Pinrang kami dapat bersekolah. Untunglah
saat itw tuhan memberi rejeki. Dan karena sklh yg sangat jauh dr rmh jd ibu jg
berusaha membelikan 2 sepeda yang kami gunakan waktu itw untuk berangkat k
sekolh dan stiap hr hingga Tammat sekolh. Kami jg menghadapi begitu banyak suka
cita dlm perjaln k sklh. Semenjak SMP untuk uang jajan kami, ibu tdk terlalu
memikirkannya lg krn stiap akhir pekan pekerjaan tdk pernah kosong di tempat
wisata dekat rmh.
Slama sekolah memang kami mendapatkan bgithu banyak
kesulitan krn ayah yang di harapkan dpt membiayai hidup kami tdk terlalu
memperhatikan kami. Tp, sy tdk pernah membenci beliau. Sy bahkan slalu menanti
kedatangnya slama bertahun-tahun. Hingga 5 tahun sblum beliau meninggal saya bs
merasakan lg memiliki ayah walaupun msh setahun 1 kali beliau br dtng. Tp, kami
slalu menanti stiap hr dgn kesabaran. Dan sy salut dgn ibu yg tdk pernah benci
kpd ayah walau sering di kecewakan. Dan 3 thun sblm meninggal ayah sdh mulai
rajin mengunjungi kami stiap lebaran dan setiap ia datang saya tidak pernah
melupakannya bahwa ia slalu mengajak jln2 dan membelikan apapun yang kami mau
munkin ia jg tahu kesalahannya dan ingin kami bahagia saat beliau dtng. Tp, satu
hal yang menjd pertanyaan kenapa beliau tdk pernah memberikan harta kpd kami
stidaknya untuk kt manfaatkan membiayai kbtuhan hdp.
Ayah adalah orang yang tdk punya pendidikan dan sangat di hormati oleh org2 dan keluarganya terutama adik2nya yg ia skolhkan. Meski tdk bs membaca tp beliau slalu punya usaha dan tekad walaupun bkn usaha untuk bs membaca, bagi beliau tanpa membaca pun bisa sukses asalkan punya usaha dan tekad yg kuat, dan itw menjd pelajaran bg kami anak2nya. Ayah Saya memang kaya Tp Saya tinggal dengan ibu saya yang kurang mampu. Tp, sy besyukur dan beruntung bs tinggal dan hidup sbgai org yang kurang mampu. Krn banyak pelajaran yg bs saya dapatkan…..
Ayah adalah orang yang tdk punya pendidikan dan sangat di hormati oleh org2 dan keluarganya terutama adik2nya yg ia skolhkan. Meski tdk bs membaca tp beliau slalu punya usaha dan tekad walaupun bkn usaha untuk bs membaca, bagi beliau tanpa membaca pun bisa sukses asalkan punya usaha dan tekad yg kuat, dan itw menjd pelajaran bg kami anak2nya. Ayah Saya memang kaya Tp Saya tinggal dengan ibu saya yang kurang mampu. Tp, sy besyukur dan beruntung bs tinggal dan hidup sbgai org yang kurang mampu. Krn banyak pelajaran yg bs saya dapatkan…..
sabar semangat
BalasHapusGood job....
BalasHapushappy blogging...
Semangat Kawan..
BalasHapusRaih Cita-cita Mu...
tetap semangat
BalasHapusTetap tegar dan semangaaat...
BalasHapusinsya ALLAH,, dibalik setiap cobaan ada rencana indah yang telah ALLAH SWT siapkan bagi hambanya yang bisa mengatasinya dengan baik..
jadi,,, sukses selalu... ^_^
kisahnya cukup berkesan. keep fight^^
BalasHapustetap kuat, rajin dan jadi kebanggaan ortu yaa..
BalasHapus