Pages

Blogger templates

Senin, 15 Oktober 2012

Bank Dunia: Indonesia Masih Dibayangi Pelambatan Ekonomi Dunia


JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Dunia menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini terbukti kuat. Namun, kondisi tersebut masih dibayangi oleh pelemahan ekonomi dunia.
Country Director Bank Dunia untuk Indonesia Stefan Koeberle menyatakan, Indonesia memiliki tantangan untuk bisa menjaga pertumbuhan ekonomi hingga saat ini, apalagi di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.
"Kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat, tetapi masih terdapat risiko penurunan yang cukup besar terhadap perkiraan ekonomi dunia," kata Stefan saat memaparkan perkembangan kuartalan ekonomi Indonesia edisi Oktober 2012 di Universitas Paramadina Jakarta, Senin (15/10/2012).
Menurut Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2012 telah tumbuh 6,4 persen. Pertumbuhan itu didorong oleh kuatnya daya konsumsi swasta dan meningkatnya investasi.
Di akhir tahun nanti, Bank Dunia masih memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh 6,1 persen dan sedikit meningkat menjadi 6,3 persen di 2013. Namun, Indonesia jelas tidak akan luput dari pengaruh perlemahan dunia internasional. "Risiko-risiko terhadap proyeksi dasar (baseline) ini sedang meningkat," tambahnya.
Menurut Stefan, peningkatan risiko proyeksi dasar ini terutama disebabkan oleh berlanjutnya ketidakpastian di zona Eropa, kemungkinan terjadinya kontraksi fiskal di Amerika Serikat, dan risiko pelambatan lebih lanjut di sejumlah mitra perdagangan utama Indonesia, terutama China.
Ekonom Utama dan Penasihat Ekonomi Bank Dunia untuk Indonesia, Ndiame Diop, menjelaskan, Indonesia akan mengalami tantangan kebijakan ke depan, termasuk meningkatkan kesiagaan menghadapi krisis jangka pendek. Selain itu, perlu meningkatkan fokus, khususnya terhadap upaya-upaya struktural jangka panjang yang bertujuan mendorong pertumbuhan, seperti memperkuat investasi pada infrastruktur baru, keterampilan dan pendidikan, serta memperkuat perlindungan sosial.
"Belanja subsidi energi masih tetap tinggi. Hal ini akan membatasi belanja untuk perlindungan sosial atau infrastruktur sehingga perlu peningkatan kualitas belanja pemerintah, baik alokasi maupun efisiensinya," tambah Ndiame.

Ikuti Artikel Mengenai Perekonomian Indonesia di Topik EKONOMI RI TETAP MELAJU

Minggu, 14 Oktober 2012

Seorang Amriadi

Perjalanan Ku

Kenalkan sobat… Nama saya  Amriadi Bin Abdullah….. Sebenarnya sih Bin Abdullah itw tdk ada dlm Ijasah atau pun identitas saya yang lain. Hanya saja saya mulai tertarik menggunakan Bin Abdullah stelah ayah meninggal. Waktu itw saya sangat terpukul dengan kepergian ayah yang beithu tiba2 dan dgn cara yang begithu sadis dalam kecelakaan di perbatasan Indonesia dgn Malaysia. Mulai saat itw saya menambahkan nama Bin Abdullah di blakang nama saya di social network. Mungkin itw slh satu cara yang dapat saya lakukan untuk menunjukkan rasa kebanggaan memiliki ayah seperti beliau.

Umur saya saat ini 19 thn. Saya kuliah di Perguruan Tinggi Negeri di Makassar (UNM). Saya lulus dan di terima pada pilihan kedua saya. Saat itw saya mendaftarkan diri pada Seleksi SNMPTN dan memilih ujian di bidang IPS dan disediakan dua pilihan jurusan ataupun universitas. Dan waktu itw saya memilih jurusan akuntansi di UNHAS pilihan pertama dan pilihan kedua di UNM jurusan Pendidikan ekonomi. Tentunya harapan saya waktu itw lulus pada pilihan pertama yaitu akuntansi. Krn saat SMA saya memang dari jurusan IPS dan sangat gemar belajar akuntansi dan guru ekonomi saya pun sangat mendukung pilihan saya itw. Saat pengumuman, saya sangat bangga ketika melihat nama saya di Koran yang lulus di UNHAS. Dan saya mulai kecewa lg saat melihat bkn nomor peserta ujian saya yg tertera. Dan dlm hr yg sm saya di hubungi oleh teman saya bahwa saya lulus di UNM dgn nomor pesrta ujian yg sm dgn yg saya miliki. Dan waktu itw sebernarnya saya sangat kecewa. Namun, saya mulai berusaha menerimanya. Pikiran saya waktu itw membenarkan jurusan yg saya lulusi  bahwa walaupun saya tdk lulus di jurusan Akuntansi sy msh bs belajar akuntansi di jurusan pendidikan ekonomi. Dan sy jg berpikir bahwa saya jg akan menjd guru dan akan menjd pahlawan dalam mencerdaskan bangsa Indonesia suatu saat nanti. Jadi sy menganggap jurusan ini akan mengantarkan sy untuk dapat beramal, berperan dlm pendidikan dan jg mendapatkan kehidupan yang layak. Dan sampai skrng saya sdh mulai betah di jurusan ini walaupun sblmnya sdh beberapa kali berencana pindah jurusan.

Saya pernah bersekolah di SMA Negeri 22 makassar. Sebenarnya saya bkn penduduk di daerah ini. Saya adalah pendatang dari daerah Kabupaten Pinrang. Dan saya dtng ke daerah ini sbenarnya bkn keinginan sendiri tapi ke inginan ayah saya. Dan waktu itu ibu saya memang sudah mengaku tdk mampu membiayai skolah saya hingga SMA. Jd Ia menelpon ayah saya di Malasysia. Dan ayah memberikan jln kluar dgn menyuruh Ibu mengirim saya dan kakak saya ke Makassar. Pada kluarga atau Kakak ayah yang katanya bersedia membiayai sklh kami. Tante saya itw jg kebtulan tdk punya anak dan sering meninggalkan rmh di Makassar untuk mengajar sbg guru PAI di SMA negeri 1 Segeri Kab. Pangkep. Dan kadang tdk kembali ke Makassar tuk beberapa hari. Jd, saya berdua tinggal di Makassar dgn suami tante. Saya berdua  sbenarnya pernah jg Mendaftar dan lulus murni di SMAN tempat tante saya mengajar tp sy lbh memilih tinggal dan skolah di Makassar. Satu tahun berlalu dan saya sdh kelas 11 n saya pun mulai betah di Makassar hingga suatu hr saya bertemu dgn wanita idaman saya yang jg adek kls dan hingga saat ini blum pernah saya ungkapkan perasaan saya kepadanya dgn langsung. Tp, dengan gerak-gerik saya, saya yakin bahwa ia tau saya suka kpda dia. 

Dan lanjut cerita.... waktu itw saya sangat termotivasi untuk menjadi yang terbaik di kelas mungkin itw berkat motivasi karena ingin Ayah dan Ibu tau bahwa saya jg dpt berprestasi yg baik di kls dan jg krn motivasi dr wanita idaman saya. Dan berkat motivasi yg saya dptkn. Pada smester 3 saya mendptkn peringkat ke-2 di kls dan Semester 4 hingga akhir  Alhamdulillah mendapatkan peringkat pertama. Sbenarnya saya bkn org yg pintar2 amat cm krn kerajinan saya dlm belajar, mengerjakn tugas, dan displin di sekolah saya bs mendapatkan peringkat pertama. Dan Akhir cerita akademik saya di SMA, saya lulus dgn nilai yg lumayan tinggi menurut saya di antara tmn2 yg lain. Dan saat perpisahaan, saya di beri penghargaan dr kepala sekolah yang hanya ada dua org yang mendapat penghargaan itw yaitu saya dari jurusan IPS dan teman saya yang dari jurusan IPA. Penghargaan itw sangat membuat saya senang dan kedua org tua saya bangga dan tentunya tante saya yg tlh menyekolahkan saya. Dan saya jg sangat bangga bisa diberikan penghargaan d dpn wanita idaman saya……

Di Kabupaten Pinrang saya pernah bersekolah di SMP Negeri 4 Ptampanua dan SD Negeri 26 Pinrang. Saya mungkin adalah org yang beruntung bs merasakan susahnya skolah. Dan sy pun merasa senang dan bersyukur bs melewati smua kesulitan yang tuhan berikan. Saya akan bercerita mengapa saya bs satu kelas dan bersamaan skolh dengan kakak saya yg lbh tua dua thn dan cerita kesulitan hidup yg kurasakan . Waktu itw tahun 1999 seingat saya dan baru sampai di Indonesia dengan kakak, Ibu, Om, dan Kakek stlh lbh 10 thn merantau di malaysia. Beberapa bln memulai kehidupan br di Pinrang  kakak sy di daftarkan di Skolah Dasar. Dan saat itw  kami memang sangat akrab dan sulit dipisahkan. Jd, stlh kakak sy di terima dan stiap hr pun ia memulai aktivitasnya untuk sklh. Dan stiap ia akan di antar saya slalu ikut dan sampai di dpn kelas kakak saya msk dan saya jg ikut msk dan ibu sy slalu berusaha mencegah saya msk di kls. Namun drpd membuat keributan yang akan mengganggu siswa/I yg lain jd guru membiarkan saya msk dan Ibu pun meninggalkan kami di sklh hingga dtng kembali saat jam pulang skolah. Hal itw berulang stiap kali kakak saya di antar k sklh. Dan saat itw  dgn kebaikan dr guru sklh tsb saya jg di daftarkan sbg siswa di skolh itw. Dan hari2 kami lalui dgn berangkat berdua ke sklh tanpa di antar lg. Dan stiap plng skolh biasaya ada kuis dari guru. Peraturannya siapa yang bs menjwb kuisnya akan keluar lbh awal. Nah saat giliran kakak saya menjawab ternyata jawabannya benar dan ia pun di persilhkan untuk plng dan jk kakak saya sdh mengambil tasnya saya pun jg mengambil tas dan ngebeng di blkngnya tuk plng. Sringkali memang di tahan tp tdk berhasil drpd buat keributan mending di biarkan sj “mungkin itw yg di pikirkan guru saya”. Dan stlh lbh dr satu tahun tinggal di Pinrang kami pun merasakan kondisi ekonomi yang mulai sulit. Krn tdk ada sumber penghasilan lg yg lain dan asset yg tertinggal sblm merantau pun sdh di rebut oleh org lain. Tp, dgn kehendak tuhan… kami dapat melewati itw dgn sedikit demi sedikit menabung dan akhirnya tabungan tsb dapat digunakan untuk memegang sawah org yang sangat membutuhkan uang saat itw. Dan sawah itw pun di garap oleh Kakek kami. Dan dgn uang hsl dr panen  tsb di gunakan lg untuk menambah uang investasi dan kami bs makan dan sekolah. 

Sungguh susahnya waktu itw kami di skolhkan oleh Ibu dgn kiriman ayah dr Malaysia yang begitu jarang kami terima dan kedatangnnya pun tuk mengunjungi kami sangat jarang paling 2 thn skali saat msh di SD. Dan bahkan di sklh pun kami hanya bs menahan lapar dan menahan nafsu makan dan hanya melihat tmn2 yg lain makan. Untuk sj kami di bekali dengan rasa malu. Kadang kami jg di berikan uang jajan saat ada uang. Dan uang jajan itw kami belikan roti yang murah pada perjln ke sklh dan di jdkn bekal saat istirahat tiba br kami bagi dua untuk mengisi perut kami. Dan kadang kala kami bukannya membawah uang jajan tp membawah satu telur bebek jk ada dan di jual di dkt sklh untuk uang jajan. Sungguh susah waktu itw. Dan kadang kala kami biasa mengumpulkan plastik atau botol minuman di dekat rmh yang kebetulan adalah tempat wisata air panas di Pinrang yg slalu ramai. Dan jika sdh terkumpul maka kami akan menjualnya. Dan kadang kala jika turis asing berkunjung berama tmn2 yang lain kami berkumpul dan di ajak bermain oleh mereka dan di beri uang jika turis tersebut plng. 

Dan berlanjut ke Sekolah Menengah Pertama (SMP). Waktu itw saya dan kakak saya hampir tdk di sekolahkan krn kendala biaya. Namun, krn waktu itw krmn ayah yang seingat saya br ke berapa kalinya dari berapa thn  di Pinrang kami dapat bersekolah. Untunglah saat itw tuhan memberi rejeki. Dan karena sklh yg sangat jauh dr rmh jd ibu jg berusaha membelikan 2 sepeda yang kami gunakan waktu itw untuk berangkat k sekolh dan stiap hr hingga Tammat sekolh. Kami jg menghadapi begitu banyak suka cita dlm perjaln k sklh. Semenjak SMP untuk uang jajan kami, ibu tdk terlalu memikirkannya lg krn stiap akhir pekan pekerjaan tdk pernah kosong di tempat wisata dekat rmh. 

Slama sekolah memang kami mendapatkan bgithu banyak kesulitan krn ayah yang di harapkan dpt membiayai hidup kami tdk terlalu memperhatikan kami. Tp, sy tdk pernah membenci beliau. Sy bahkan slalu menanti kedatangnya slama bertahun-tahun. Hingga 5 tahun sblum beliau meninggal saya bs merasakan lg memiliki ayah walaupun msh setahun 1 kali beliau br dtng. Tp, kami slalu menanti stiap hr dgn kesabaran. Dan sy salut dgn ibu yg tdk pernah benci kpd ayah walau sering di kecewakan. Dan 3 thun sblm meninggal ayah sdh mulai rajin mengunjungi kami stiap lebaran dan setiap ia datang saya tidak pernah melupakannya bahwa ia slalu mengajak jln2 dan membelikan apapun yang kami mau munkin ia jg tahu kesalahannya dan ingin kami bahagia saat beliau dtng. Tp, satu hal yang menjd pertanyaan kenapa beliau tdk pernah memberikan harta kpd kami stidaknya untuk kt manfaatkan membiayai kbtuhan hdp.

 Ayah adalah orang yang tdk punya pendidikan dan sangat di hormati oleh org2 dan keluarganya terutama adik2nya yg ia skolhkan. Meski tdk bs membaca tp beliau slalu punya usaha dan tekad walaupun bkn usaha untuk bs membaca, bagi beliau tanpa membaca pun bisa sukses asalkan punya usaha dan tekad yg kuat, dan itw menjd pelajaran bg kami anak2nya. Ayah Saya memang kaya Tp Saya tinggal dengan ibu saya yang kurang mampu. Tp, sy besyukur dan beruntung bs tinggal dan hidup sbgai org yang kurang mampu. Krn banyak pelajaran yg bs saya dapatkan…..



Sabtu, 13 Oktober 2012

Prinsip Dasar Ekonomi Syariah

Permasalahan Ekonomi di Indonesia

Masalah – Masalah Pokok Perekonomian Indonesia

Diantara banyak masalah yang menimpa Indonesia, salah satunya terdapat masalah yang sangat penting dan belum terselesaikan hingga saat ini yaitu masalah Pengangguran. Berikut sedikit penjelasannya :


PENGANGGURAN

Pengangguran akan lebih banyak memberikan dampak yang kurang baik bagi kegiatan ekonomi suatu Negara. Pengangguran akan menyebabkan beban angkatan kerja yang benar – benar poduktif menjadi semakin berat, disamping secara sosial pengangguran akan menimbulkan kecendrungan masalah – masalah kriminalitas dan masalah sosial lainnya. Pengertian pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama.

Jenis – jenis pengangguran :

Pengangguran sering diartikan sebagai angkatan kerja yang belum bekerja atau tidak bekerja secara optimal. Berdasarkan pengertian diatas, maka pengangguran dapat dibedakan menjadi :
a. Pengangguran terselubung, adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
b. Setengah menganggur, adalah tenaga keja yang tidak bekerja secara optimal karma tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
c. Pengangguran terbuka, adalah tenaga kerja yang sungguh – sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengangguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.

Berdasarkan penyebab terjadinya :

a. Pengangguran Friksionil, adalah pengangguran yang terjadi karena seseorang memilih menganggur sambil menunggu pekerjaan yang lebih baik, yang memberikan fasilitas dan keadaan yang lebih baik.
b. Pengangguran structural, adalah pengangguran yang terjadi karena seseorang diberhentikan oleh perusahaan, karena kondisi perusahaan yang sedang mengalami kemunduran usaha sehingga terpaksa mengurangi tenaga kerja.
c. Pengangguran teknologi, adalah pengangguran yang terjadi karena mulai digunakannya teknologi yang menggantikan tenaga manusia. Seringkali pengangguran ini terjadi karena kemampuan dan keahlian pekerja yang tidak bisa menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
d. Pengangguran siklikal, adalah pengangguran yang terjadi karena terjadinya pengurangan tenaga kerja yang secara menyeluruh, dikarenakan kemunduran dan resesi akonomi. Sehingga ini mirip dengan pengangguran structural, hanya pada pengangguran jenis ini, kejadiannya adalah lebih meluas dan menyeluruh.
e. Pengangguran musiman, adalah pengangguran yang terjadinya dipengaruhi oleh musim. Jenis pengangguran ini sering terjadi pada sektor pertanian.
f. Pengangguan konjungtural, adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik – turunnya) kehidupan perekonomian / siklus ekonomi.

Penyebab terjadinya pengangguran :

a. Besarnya angkatan kerja tidak seimbang dengan kesempatan kerja
b. Struktur lapangan kerja tidak seimbang
c. Kebutuhan jumlah dan jenis terdidik dan penyediaan tenaga terdidik tidak seimbang
d. Meningkatnya peranan dan aspirasi angkatan kerja wanita dalam seluruh struktur angkatan kerja Indonesia.
e. Penyediaan dan pemanfaatan tenaga kerja angkatan daerah tidak seimbang.

Dampak – Dampak Pengangguran :

Terhadap Perekonomian Suatu Negara :
a. Pengangguran dapat menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapinya. Hal ini terjadi karena pengangguran dapat menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya).
b. Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sektor pajak berkurang.
c. Pengangguran tidak menggalakan pertumbuhan ekonomi akibatnya tingkat investasi menurun sehingga pertumbuhan ekonomi pun tidak akan terpacu.

Terhadap individu yang mengalaminya dan masyarakat
a. Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian
b. Pengangguran dapat menghilangkan ketrampilan
c. Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan social politik

Di Indonesia sendiri walaupun pemerintah mengatakan angka pengangguran sudah berkurang sekian persen, tetapi tetap saja pemerintah terus berupaya mengatasi pengangguran ini, kaena pemerintah serta masyaakat menyadai sekali bahwa pengangguran akan memiliki dampak negative yang lebih besar. Beberapa langkah dan kebijaksanaan pemerintah yang pernah, sedang, dan akan dilakukan diantaranya adalah :

a. Yang paling mendasar adalah dengan mengatasi masalah kependudukan yakni dengan mencoba mengendalikan pertumbuhan penduduk, karena disadari bahwa pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat akan memicu munculnya pengangguran di masa mendatang, jika tidak diimbangi dengan peningkatan kegiatan produksi.
b. Dengan tidak melupakan prinsip APBN, akan menambah sektor pengeluaran, baik itu pengeluaran pemerintah maupun pengeluaran dari sektor investasi swasta guna mendukung terciptanya peningkatan kegiatan ekonomi yang diharapkan dapat membuka peluang dan kesempatan kerja yang lebih banyak.
c. Di pihak lain dengan memberikan dan mengarahkan pendidikan sumber daya ke arah yan lebih mendesak, dengan memperbanyak pusat – pusat pelatihan kerja, serta dengan memberi kemudahan bagi pengelolaan sekolah – sekolah kejuruan. Harapannya agar kemampuan tenaga kerja Indonesia menjadi lebih siap dalam menyambut tantangan dunia kerja.
d. Usaha lainnya adalah dengan mencoba membuka kesempatan dan lapangan kerja di daerah – daerah yang selama ini kurang berkembang kegiatan ekonominya. Sehingga proses pemerataan kesempatan kerja menjadi lebih terjamin keberhasilannya, selain mengurangi konsentrasi tenaga kerja di pulau Jawa.
e. Tidak lupa di sektor luar negeri, mulai digalakannya ekspor jasa berupa tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri, meskipun untuk langkah terakhir ini masih memerlukan usaha yang lebih keras dari semua pihak, agar kepentingan dan nasib pekerja yang bekerja di luar negeri lebih baik.

Beberapa permasalahan ekonomi Indonesia yang lain.
Beberapa permasalahan ekonomi Indonesia yang masih muncul saat ini dijadikan fokus program ekonomi 2008-2009 yang tertuang dalam Inpres Nomor 5 tahun 2008 yang memuat berbagai kebijakan ekonomi yang menjadi target pemerintah yang dapat dikelompokkan ke dalam 8 bidang yaitu: (i) investasi, (ii) ekonomi makro dan keuangan, (iii) ketahanan energi, (iv) sumber daya alam, lingkungan dan pertanian, (v) pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), (vi) pelaksanaan komitmen masyarakat ekonomi ASEAN, (vii) infrastruktur, dan (viii) ketenagakerjaan dan ketransmigrasian.
Analisis singkat atas kondisi ke-delapan bidang yang menjadi paket kebijakan ekonomi tahun 2008-2009 adalah sebagaimana berikut ini:
1. Iklim investasi.
Realisasi investasi yang telah dikeluarkan oleh BKPM berdasarkan Izin Usaha Tetap PMDN pada periode 1 Januari s/d 31 Desember 2007 sebanyak 159 proyek dengan nilai realisasi investasi sebesar Rp. 34.878,7 miliar (34,88 triliun Rupiah). Sedangkan realisasi Investasi yang telah dikeluarkan oleh BKPM berdasarkan Izin Usaha Tetap PMA (FDI) pada periode 1 Januari s/d 31 Desember 2007 sebanyak 983 proyek dengan nilai realisasi investasi sebesar US$. 10.349,6 juta (US$ 10,34 milyar).
Dibandingkan dengan FDI global yang selama 2007 mencapai rekor sebesar US$ 1.500 milyar dan FDI yang masuk ke Amerika Serikat sebesar US$ 193 miliar, nilai FDI yang masuk ke Indonesia masih sangat rendah yaitu 0,66% terhadap FDI dunia dan 5,18% terhadap FDI ke Amerika Serikat. Walau demikian, masuknya FDI ke Indonesia pada tahun 2007 ini jauh lebih baik dibandingkan dengan masa puncak pra krisis yaitu tahun 1996-1997 yang hanya mencapai US$ 2,98 miliar (1996) dan US$ 4,67 miliar (1997).
Menurut hemat penulis realisasi FDI ke Indonesia akan dapat lebih meningkat kalau dua faktor kunci untuk masuknya FDI dibenahi yaitu kondisi infrastruktur, dan masalah birokrasi yang bertele-tele.
2. Kebijakan ekonomi makro dan keuangan
Dari sisi fiskal, pemerintah menerapkan APBN yang cukup baik yaitu dengan sedikit ekspansif walau masih sangat berhati-hati. Hal ini terlihat dari defisit RAPBN tahun 2009 sebesar Rp 99,6 triliun atau 1,9 persen dari PDB (Kompas 15 Agustus 2008), walau defisit APBN masih dapat ditolerir sampai angka 3% (berdasarkan golden rule) . Pada tahun 2009 anggaran yang digunakan untuk belanja modal tercatat sebesar Rp 90,7 triliun lebih besar dari belanja barang sebesar Rp 76,4 triliun (Kompas 15 Agustus 2008). Total belanja pemerintah pada tahun 2009 meningkat menjadi sebesar Rp1.022,6 triliun yang diharapkan lebih berperan dalam menstimulus ekonomi untuk mencapai target pertumbuhan di atas 6,5%. Pemerintah juga pada tahun 2009 berencana untuk memberikan empat macam insentif fiskal yaitu (i) Pembebasan atau pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) Badan dalam jumlah dan waktu tertentu kepada investor yang merupakan industri pionir. (ii) Keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), khususnya untuk bidang usaha tertentu pada wilayah atau kawasan tertentu. (iii) Pembebasan atau penangguhan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas impor barang modal atau mesin serta peralatan untuk keperluan produksi yang belum dapat diproduksi di dalam negeri selama jangka waktu tertentu. (iv) Pemerintah mengubah perlakuan PPN atas sebagian barang kena pajak yang bersifat strategis dari yang semula ”dibebaskan” menjadi tidak dipungut atau ditanggung pemerintah.
Dari sisi moneter, Bank Indonesia dengan instrument BI-rate cukup berhasil untuk mengendalikan inflasi, khususnya core inflation sejak BI rate diterapkan pada tahun 2005. Namun inflasi yang disebabkan oleh adanya kenaikan harga energi dan terganggunya masalah distribusi terutama akibat naiknya harga gas, premium, solar, dan makanan (volatile food) membuat tahun 2008 ini tingkat inflasi cukup tinggi yaitu untuk Januari-Agustus 2008 tercatat 9,4 persen, dan inflasi Agustus 2007-Agustus 2008 mencapai 11,85 persen.
Menghadap hal ini BI melakukan antisipasi dengan menaikan BI rate pada bulan-bulan terakhir sampai September 2008, dan saat ini BI rate sudah mencapai 9,25%. Tingginya BI rate ini memang diharapkan dapat menekan angka inflasi namun disisi lain akan berpengaruh terhadap sektor riil karena kenaikan BI rate berakibat terhadap peningkatan tingkat bunga pinjaman di bank-bank komersial.
3. Ketahanan energi.
Sebagaimana kita ketahui bahwa harga energi dunia terus berfluktuasi dan sangat sulit untuk diprediksi. Pada tahun 2008 harga minyak dunia bahkan sudah mencapai rekor tertinggi sebesar US$ 147 per barel pada 11 Juni lalu. Walau saat ini menurun pada kisaran US$ 106, bahkan hari ini tanggal 10 September 2008 harga minyak telah turun dibawah US$ 100 (detik.com). Hal ini sangat berbahaya bagi ketahanan energi nasional karena kita tahu bahwa ,sebagai input, naiknya harga energi akan berdampak terhadap kenaikan biaya produksi dan harga jual. Disamping kenaikan biaya produksi dan harga jual akan mengurangi daya saing produk Indonesia di pasar internasional apalagi pada saat ini sedang terjadi penurunnya daya beli masyarakat internasional akibat inflasi yang meningkat hampir disemua negara tujuan utama ekspor Indonesia yaitu Amerika Serikat, Negara Eropa (EU), dan Asia Timur (Jepang, Korea Selatan dan China). Dalam rangka ketahanan energi ini, pemerintah melakukan diversifikasi energi dengan misalnya memproduksi bio-fuel yang merupakan pencampuran produk fosil dengan nabati (minyak kelapa sawit). Namun muncul kendala program ini karena saat ini harga komoditi yang menggunakan bahan baku kelapa sawit mengalami kenaikan yang luar biasa yaitu Crude Palm Oil (CPO). Akibatnya, produsen kelapa sawit menjadi gamang dalam menggunakan kelapa sawit apakah untuk digunakan sebagai bio energy atau untuk menghasilkan CPO yang ditujukan untuk ekspor. Beberapa pengamat mengatakan sebaiknya Indonesia lebih mengembangkan energy geothermal (panas bumi) yang cadangannya sangat berlimpah di Indonesia (terbesar di dunia) karena biaya investasi yang mahal untuk investasi energi pada geothermal ini akan di offset oleh turunnya subsidi pemerintah untuk bahan bakar minyak karena adanya peralihan penggunaan energi dari minyak ke geothermal.
4. Kebijakan sumber daya alam, lingkungan dan pertanian
Indonesia beruntung memiliki sumber daya alam yang melimpah baik bahan tambang, hutan, pertanian, hasil laut, dan cahaya matahari yang sepanjang tahun. Untuk itu, sumber daya alam yang ada harus dikelola dengan baik bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat (welfare). Sejauh ini Indonesia telah memanfaatkan banyak bahan tambang bagi pertumbuhan ekonomi seperti minyak bumi, batubara, gas, bijih besi, emas, nikel, timah dan lain sebagainya. Namun pemanfaatan sumber daya alam ini membawa dampak negatif (negative externalities) terhadap lingkungan berupa penggundulan hutan penghancuran bukit-bukit yang tentunya berdampak sangat negatif terhadap kondisi lingkungan. Disisi pertanian, walau banyak kemajuan yang dicatat Indonesia masih mengimpor beras, dan produk pertanian lain seperti kedele, dan hasil perkebunan (gula). Ditargetkan pada tahun 2009, Indonesia sudah dapat berswasembada beras dan gula.
5. Pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ini merupakan sektor ekonomi yang cukup tangguh terutama pada saat krisis ekonomi 1998 dimana banyak pelaku ekonomi besar bertumbangan. Beberapa program yang akan diterapkan oleh pemerintah menyangkut pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ini adalah peningkatan akses UMKM pada sumber pembiayaan dengan (i) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan akses UMKM pada sumber pembiayaan. (ii) Memperkuat sistem penjaminan kredit bagi UMKM. (iii) Mengoptimalkan pe-manfaatan dana non perbankan untuk pemberdayaan UMKM. Disamping itu akan dilakukan juga pengembangan kewirausahaan dan sumber daya manusia (SDM) dengan (i) Meningkatkan mobilitas dan kualitas SDM. (ii) Mendorong tumbuhnya kewira-usahaan yang berbasis teknologi. Hal lainnya adalah peningkatan peluang pasar produk UMKM dengan (i) Mendorong berkembangnya institusi promosi dan kreasi produk UMKM. (ii) Mendorong berkembangnya pasar tradisional dan tata hubungan dagang antar pelaku pasar yang berbasis kemitraan. (iii) Mengembangkan sistem informasi angkutan kapal untuk UMKM. (iv) Mengembangkan sinergitas pasar. Terakhir adalah reformasi regulasi dengan (i) Menyediakan insentif perpajakan untuk UMKM. (ii) Menyusun kebijakan di bidang UMKM.
6. Pelaksanaan komitmen masyarakat ekonomi ASEAN.
Sebagai anggota penting ASEAN Indonesia berkomitmen untuk melaksanakan program yang telah ditetapkan oleh organisasi yaitu pelaksanaan komitmen Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community - AEC). Beberapa langkah ke depan adalah (i) Komitmen AEC untuk Arus Barang Secara Bebas (ii) Komitmen AEC untuk Arus Jasa
Secara Bebas (iii) Komitmen AEC untuk Arus Penanaman modal Secara Bebas (iv) Komitmen AEC untuk Arus Modal Secara Bebas (v) Komitmen AEC untuk Arus Tenaga
Kerja Terampil Secara Bebas (vi) Komitmen AEC untuk Perdagangan Makanan, Pertanian, dan Kehutanan (vii) Komitmen AEC untuk Menuju Kawasan Ekonomi Yang Kompetitif (viii) Sosialisasi Pelaksanaan Komitmen Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015
7. Infrastruktur.
Sebagaimana disinggung di depan, kondisi infrastruktur ekonomi Indonesia berada pada titik yang nadir. Kalau pada masa orde baru, kondisi infrastruktur Indonesia mengalami titik puncak, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi infrastruktur yang ada sudah tidak lagi memadai. Belum lagi kondisi infrastruktur yang kualitasnya menurun seiring berjalannya waktu. Banyaknya jalan dan jembatan yang rusak ini tidak terlepas dari masa-masa sulit APBN kita yang sampai tahun 2004 lebih dikonsentrasikan kepada pembayaran hutang dan belanja barang dan gaji pegawai. Di tahun 2009, perlu ditingkatkannya belanja pemerintah untuk keperluan infrastruktur ini disamping menerapkan KPS (Kerjasama Pemerintah dan Swasta) untuk membangun jalan, jembatan, pelabuhan, perlistrikan, telekomunikasi dan lain-lain.
8. Ketenagakerjaan dan ketransmigrasian.
Masalah pengangguran di Indonesia masih menjadi masalah ekonomi utama yang sampai saat ini belum bisa diatasi. Sampai tahun 2008, tingkat pengangguran terbuka masih berada pada kisaran 9% dari jumlah angkatan kerja atau berada pada kisaran 9 juta orang. Sebagaimana kita ketahui, bahwa terjadi perubahan patern perekonomian paska krisis dari usaha yang padat karya ke usaha yang lebih padat modal. Akibatnya pertumbuhan tenaga kerja yang ada sejak tahun 1998 s/d 2004 terakumulasi dalam meningkatnya angka pengangguran. Dilain sisi, pertumbuhan tingkat tenaga kerja ini tidak diikuti dengan pertumbuhan usaha (investasi) yang dapat menyerap keberadaannya. Akibatnya terjadi peningkatan jumlah pengangguran di Indonesia yang pada puncaknya di tahun 2004 mencapai tingkat 10% atau sekitar 11 juta orang. Untuk menangani masalah pengangguran ini pemerintah perlu memberikan fasilitas baik fiskal, perkreditan, maupun partnership untuk menciptakan usaha yang bersifat padat karya dalam rangka menyerap kelebihan tenaga kerja yang ada.
Menyangkut masalah ketransmigrasian ada yang berubah pada penanganannya dibandingkan dengan masa orde baru. Kala itu program transmigrasi berjalan dengan sangat gencar dengan hasil yang bervariasi. Di satu daerah program transmigrasi berjalan baik tapi di daerah lain mengalami kegagalan, namun secara keseluruhan program transmigrasi berjalan lumayan. Paska krisis, program transmigrasi kelihatannya mati suri atau sudah hampir tidak lagi terdengar gaungnya. Apalagi sejak berlakunya otonomi daerah dimana kewenangan mengatur daerah diserahkan kepada pemerintah daerah, termasuk mengatur datangnya penduduk dari luar daerah. Saat ini tentunya perlu ada koordinasi antara pusat dengan daerah menyangkut masalah transmigrasi ini
Sumber: goggle

Selasa, 02 Oktober 2012

Perbedaan Sistem Bisnis di Indonesia dengan di Cina


Pengertian Sistem Bisnis
•Suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat. ( Huat, T Chwee, 1990 ).
•Merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. ( Griffin & Ebert ).
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Sistem Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang ( organisasi ) yang menciptakan nilai ( create value ) melalui penciptaan barang dan jasa ( create of good and service ) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.

Perbandingan Sistem Bisnis di Indonesia dengan Sistem Bisnis di Luar Negeri
Sistem Bisnis di Indonesia
Sistem Bisnis Indonesia terdiri dari lima komponen utama yaitu Input, Proses, Output, Feedback dan Environment. Sistem Bisnisnya menggunakan cara perekonomian terencana memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Konsep bisnis di indonesia cenderung kepada bagaimana mensejahterakan rakyat.
•Input Bisnis Indonesia meliputi Sumber daya manusia, Modal, Uang, Bahan baku, Peralatan dan mesin, Tanah dan Bangunan, Kewirausahaan, Teknologi, Informasi dan Pelanggan.
•Proses Bisnis Indonesia menggunakan berbagai Teknologi, misalnya Industri yang ada menggunakan teknologi maju untuk menghasilkan nilai tambah yang tinggi bagi perekonomian, tetapi ada juga sektor Industri yang menggunakan teknologi tradisional.
•Feedback ( Umpan balik ) muncul sebagai hasil proses evaluasi, yaitu membandingkan antara standart output yang diharapkan dengan output yang sesungguhnya yang dihasilkan.
•Lingkungan Perusahaan ( Bussiness Environment ), Perusahaan sebagai sistem terbuka melakukan aktivitasnya di dalam lingkungan perusahaan dan dipengaruhi oleh lingkungan perusahaan yang terdiri dari berbagai kekuatan, sumber daya dan lembaga-lembaga yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan.
Barang dan jasa yang dihasilkan sektor perusahaan akan digunakan oleh empat sektor yang ada dalam Sistem Ekonomi Indonesia yaitu Sektor Perusahaan, Sektor Rumah tangga, Pemerintah ( Government Sector ), Asing ( Foreign Sectors ).

Sistem Bisnis di Luar Negeri ( Cina )
Sistem Bisnis Cina mengutamakan interaksi tatap muka atau face to face antara pedagang dan pelanggan serta komunikasi dengan banyak orang. Secara singkat, Sistem Bisnis Cina dapat dijelaskan sebagai berikut :
•Sistem Bisnis Cina menghendaki adanya proses, yaitu sesuatu yang terjadi dengan cara tertentu dan memperoleh hasil yang diharapkan.
•Sistem Bisnis Cina mempercayai hubungan baik dengan pelanggan adalah sangat penting untuk menciptakan usaha yang maju.
•Sistem Bisnis Cina menghendaki adanya proses, biar sedikit dan lambat asal langgeng. Lebih baik memberikan perhatian penuh pada satu jenis kegiatan dan setelah berhasil baru mencoba kegiatan yang lainnya.
•Pelanggan lama diberikan kebebasan dan pelayanan yang istimewa sedangkan pelanggan baru diiming-imingi dengan potongan harga dan kemudahan kredit. Pelanggan puas adalah kunci sukses Sistem Bisnis Cina.
•Pekerja dalam Bisnis Cina adalah bagian yang tidak terpisahkan dari entitas bisnis. Sistem Bisnis Cina menghendaki adanya sepenanggungan antara pemilik ( tauke ) dengan pekerja. Dalam Bisnis Cina juga ada tradisi untuk makan bersama dengan pekerja sebagai suatu keluarga besar pada tahun baru Cina.

Perbedaan Sistem Bisnis di Indonesia dengan Sistem Bisnis di Cina
Sistem Bisnis Indonesia menggunakan cara perekonomian terencana memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Konsep bisnis di indonesia cenderung kepada bagaimana mensejahterakan rakyat dan cenderung memiliki jarak kekuasaan yang ‘jauh’ antara pemimpin dan bawahannya ( pekerja ). Sedangkan Sistem Bisnis Cina mengembangkan budaya organisasi dengan menyempurnakan budaya tradisional maupun budaya perekonomian pasar yang kompetitif dan adanya sistem manajemen pararel yaitu sistem administrasi dan struktur kepemimpinan internal yang melibatkan orang-orang di lingkungan Partai Komunis yang disebut sistem “dua kendali”, Pekerja dalam Bisnis Cina adalah bagian yang tidak terpisahkan dari entitas bisnis dan menghendaki adanya sepenanggungan antara pemilik dengan pekerja.